Ulang Tahun Kota Solo ke 266
Selamat Ulang Tahun Kota Solo
Hari ini merupakan hari ultahnya kota solo, walau saya bukan penghuni asli solo, jujur saya merasa sangat bahagia dan bangga akan kota ini. Menurut saya kota solo merupakan kota yang berbeda dengan kota-kota yang lainnya. Salah satu hal yang paling menonjol adalah kota ini masih mengenakan seragama “budayanya” yang masih kental walau banyak pengunjung asing yang berdatangan ke kota ini.
Bukan menganak tirikan kota kelahiran saya yaitu kota palu, dimana saya mengalami masa kanak-kanak selama 12 tahun lamanya, atau kota ponorogo tepatnya di desa Ngabar dimana saya mengenyam pendidikan disana selama 6 tahun dipenjara di sel yang nan suci. walau baru 2 tahun saya berada di kota ini, saya sudah merasa bahagia, senang dan kawan-kawannya.
Walau masih ada kendala yang saya hadapi yakni, belum lancarnya untuk berbahasa jawa, atau lebih tepatnya yaitu belum lekatnya budaya jawa pada diri saya, akan tetapi itu tak masalah, yang jelas salah satu alasan saya berada disini adalah pandangan orang tua saya mengenai kota ini, tentunya beliau memeliki pandangan yang positif sehingga saya masih dapat melanjutkan kuliah disini. Berbeda halnya dengan kota-kota lain, suatu hari ketika saya berencana untuk kuliah di kota X, dengan nada larangan orang tua saya melarang untuk menuntut ilmu disana, alasannya adalah karena pergaulan yang sudah terlalu bebas dan lain sebagainya. Akan tetapi kota ini beda, ya sangat berbeda.
Dengan budaya masyarakat solo yang lemah lembut, ramah, memiliki sopan santun tentu orang tua saya tak segan-segan untuk membebaskan saya mencari ilmu di kota solo, bukan seperti kota X yang sudah membebaskan pendidikan seks contohnya yang dapat dikonsumsi oleh berbagai umur, itu pesan ortu saya.
Selain budaya yang masih kental, biaya hidup di kota ini menjadi perhitungan. Biaya yang relatif “murah”, masih dapat dijangkau dari berbagai kalangan membuat saya betah, kenapa tidak, sungguh kota ini kota yang merakyat, dapat merangkul masyarakatnya. Tak salah jika kota solo ini mendapat gelar kota seribu nama. Mulai dari kota budaya, kota pendidikan, dan lain sebagaiya.
Harapan saya untuk kota ini adalah, jadikan kota ini seperti pandangan orang-orang dirumah saya yang jauh di sebrang pulau sana, seperti kata ortu saya, bahwa kota solo memiliki masyarakat yang lemah lembut tutur katanya, sopan santun dalam sikapnya. Biarkan kota ini damai, berkembang dengan budayanya sampai ke seluruh dunia. Bersih dari kekerasan, penindasan dan kawan-kawan. Mendidik masyarakatnya dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat serta batasan-batasannya agar masyarakatnya tak tersesat



wah,, sayang saya belum bisa pulang ke Solo,, masih harus ujian seminggu lagi…:-(
yeaaah… Solo… I love u.. I miss u…n happy birthday..
pengen banget ke SOLO mas, salah satu kota yang harus jadi tujuan backpaker saya.. tambahin gambarnya dong mas, objek wisatanya
besok jangan lupa ikut2an naik Bis tingkatnya Ruq
itu adl keistimewaan Solo
Jhaha,,, nice…
saya juga pendatang 2 tahun di Solo.
emang banyak yang menarik dari kota ini…
moga cepet kesampean naik bus tingkat deh.
Salam kenal/
nanti malem akan ada acara konvoi with jokowi dgn club2 mobil disolo dan diharuskan mengeraskan volume audio dengan siaran RRI BUDAYA,,,yee yee yeee