Mengenal Sosok Faruq

Selamat pagi “menulis terlalu dini” kawan semua,. bagaimana kabar hari ini? Insya Allah baik semuanya, Allah selalu saja menjaga hamba-hamba Nya karena Ia tak pernah tidur lelap. tidur lelap, kali ini saya tak bisa memejamkan mata, mengistirahatkan ia walau sejenak, tak ada kantuk yang menghampiri, membuat ia terlihat kuat menahan beban lelah. sebenarnya ingin bersantai … Continue reading »

Wisuda Melia

Hari masih begitu pagi, suara kicauan burungpun belum terdengar, dingin nya terasa menusuk sampai ke tulang bagian dalam tubuhku. Masih seperti hari-hari sebelumnya, menahan rasa kantuk yang tak bisa di kompromi, efek dari obat yang diberikan dokter itu benar-benar mujarab mensukseskan lemah tubuhku. Tetap saja aku tak mau tidur kali ini, walau bantal dan kasur … Continue reading »

Si “Maya”

“Hati-hati dengan dunia maya, dunia yang tak dimengerti oleh siapapun, yang tak jelas mana sisi baik dan buruk dari profil seseorang. Dunia yang penuh harapan-harapan palsu, tapi kalau kita cerdas, bisa lebih selektif, maka tak ada jaminan untuk terjerumus didalamnya.” hmm, itu hanya secuil nasihat yang aku dapat dari teman-teman dunia maya, orang-orang yang sama … Continue reading »

Bahasa Cinta

Katamu mencintaiku, sayang padaku, kamu kagum akan diriku, tapi nyatanya, sekarang kamu berubah. Bukan berubah menjadi pahlawan wanita super, cat women seperti yang ada di film Batman – The Dark Knight Rises, atau menjadi power rangers warna kuning atau pink, tapi perebuhanmu susah untuk ditebak. Tatapan matamu, seakan kau meminta tapi malah menjauh, ingin kubaca, … Continue reading »

Akhir dari Sebuah Tantangan

Lonceng berbunyi pertanda seluruh warga pondok harus sudah berada di mesjid jami’, banyak santri yang berlari meninggalkan kamar mereka agar tidak mendapat hukuman dari kakak pengurus markazi, aku masih saja duduk santai diteras mesjid , memperhatikan ribuan santri yang lewat dihadapanku, sambil menunggu adzan shalat ashar dan melihat ekspresi kakak pengurus yang berlagak sok galak. … Continue reading »